contoh rambut rontok berlebihan yang perlu Anda perhatikan

14 Penyebab Rambut Rontok Berlebihan dan Cara Mengatasi

Apa penyebab rambut rontok berlebihan? Siapa pun akan merasa risau jika punya rambut rontok berlebihan. Untuk mengatasinya, ketahui dulu apa penyebab rambut rontok berlebihan. Dengan tahu penyebabnya, Anda bisa menentukan cara mengatasi yang tepat.

Banyak penyebab rambut rontok berlebihan. Misalnya stres emosional, stres fisik, kekurangan gizi, perubahan hormon, penyakit, obat, keturunan, dsb. Paling tidak ada 14 penyebab rambut rontok berlebihan. Apa saja?

Sebelum lanjut, perlu diketahui bahwa yang dimaksud rambut rontok berlebihan adalah jumlah rambut rontok tiap hari lebih dari 100 helai. Jika di bawah 100, itu rontok normal. 

contoh rambut rontok berlebihan yang perlu Anda perhatikan
bentuk rambut rontok yang berlebihan

Apa Penyebab Rambut Rontok Berlebihan dan Contohnya

Secara medis, rambut rontok berlebihan disebut telogen effluvium. Adakalanya rambut rontok parah terjadi setiap hari.

Berdasarkan survei 2023, permasalahan rambut terbesar di Indonesia adalah rambut rontok, yaitu 64,7%. Disusul rambut berketombe 44,3%, rambut kering dan kusam 30,8% (goodstats.id).  

Menurut dr Sienny Agustin dan dr Suksmagita Pratidina Sp. D.V.E, penyebab rambut rontok antara lain:

1. Stres Emosional

Stres bisa membuat seseorang emosional. Misalnya marah, sedih, frustrasi, dan khawatir. Kehilangan pekerjaan, menjalani proses perceraian, keluarga sakit parah adalah contoh orang bisa menderita stres emosional.

Tekanan akibat stres emosional bisa membuat rambut rontok massal atau kebotakan lebih cepat dari yang seharusnya. Siklus pertumbuhan rambut terganggu. Apalagi sel induk folikel rambut juga rusak. 

Baca Juga:  

2. Stres Fisik yang Berat

Stres fisik yang berat juga bisa membuat rambut rontok. Misalnya wanita yang melahirkan menemui kesulitan sehingga harus operasi. Atau pekerja mendapat tugas yang berat.

Efeknya bisa membuat seseorang sakit, rambut rontok, sakit perut, dsb.

3. Perubahan Hormon

Perubahan hormon juga bisa jadi penyebab rambut rontok berlebih. Hormon bisa naik turun. Saat hormon turun bisa menyebabkan rambut rontok atau rusak

Misalnya saat wanita hamil, setelah melahirkan, saat menyusui, memasuki menopause, remaja memasuki masa pubertas, dsb. 

Baca Juga: 9 Penyebab Rambut Wanita Rontok Parah 

4. Kekurangan Gizi Penting

 

Kenapa rambut rontok parah?

Rambut rontok parah karena kekurangan gizi. Gizi yang penting untuk rambut adalah protein, vitamin dan zat besi.

Protein adalah bahan dasar rambut sehingga sangat penting. Kekurangan protein bikin rambut rapuh, tipis dan mudah rontok.

Kecukupan vitamin juga sangat penting. Sebab vitamin akan membuat folikel rambut sehat dan rambut baru tumbuh lancar.

Zat besi memproduksi hemoglobin. Tugas hemoglobin membawa oksigen ke seluruh tubuh, termasuk folikel rambut. Jika zat besi kurang, produksi hemoglobin terganggu. Pasokan oksigen ke folikel juga terganggu. Dampaknya, rambut bisa rontok.

5. Menderita Penyakit Tertentu

 

Penyakit tertentu juga bisa menyebabkan rambut rontok. Antara lain infeksi berat, alopecia areata, gangguan kelenjar tiroid, infeksi jamur di kepala, penyakit autoimun, anemia, lupus atau sifilis.

Penyakit berat bisa membuat penderitanya stres fisik atau stres emosional yang berat (ekstrem).  Sebab saat menderita sakit berat, energi difokuskan ke organ vital. Akibatnya, rambut bisa rontok. 

6. Efek Samping Obat-obatan

 

Mengonsumsi obat juga bisa menyebabkan rambut rontok. Misalnya konsumsi pil KB, vitamin A dosis tinggi, obat antidepresan, obat hormonal, kanker, dsb.

Konsumsi pil KB bisa menyebabkan perubahan hormon sintetik. Perubahan hormon dapat mengakibatkan rambut rontok. Ini tergantung jenis pil KB yang Anda konsumsi dan respon tubuh.

7. Demam Tinggi, Anemia Parah

 

Demam tinggi dan anemia parah bisa menyebabkan rambut rontok. Mengapa? Karena penderita mengalami stres berat. Stres membuat folikel rambut tidak berfungsi sehingga rambut rontok.

Demikian juga penderita sakit anemia parah, bisa mengalami rambut rontok.  Terutama penderita anemia akibat kekurangan zat besi.

8. Berat Badan Turun Drastis

 

Berat badan turun drastis juga bisa membuat rambut rontok. Terutama berat badan turun akibat kekurangan nutrisi. Tetapi rontok ini bersifat sementara. Jika kebutuhan nutrisi terpenuhi, rambut bisa kembali tumbuh lancar.

9. Keturunan (genetik)

Penyebab rambut rontok lainnya adalah faktor keturunan atau genetik. Orang tua punya rambut rontok, anaknya juga menderita rambut rontok. Bisa terjadi mulai usia 18 tahun.

10. Menjalani Pengobatan Tertentu

Pengobatan penyakit yang bisa menyebabkan rambut rontok antara lain kemoterapi untuk penderita kanker atau terapi radiasi di sekitar kepala.

Kemoterapi bisa menyebabkan rambut rontok karena obat kemo juga mengenai sel yang sehat yang tumbuh cepat seperti sel di folikel rambut. Tetapi setelah kemoterapi selesai, rambut akan tumbuh lagi. Hanya waktu tumbuh bisa berbeda-beda. 

11. Produk Perawatan Rambut Berbahan Keras

 

Produk perawatan rambut berbahan keras juga bisa menyebabkan rambut rontok. Misalnya cat rambut, bleaching rambut, atau alat pemanas rambut.

Penggunaan bahan keras, misalnya amonia dan peroksida. Tetapi kerontokan rambut tidak dari akar, melainkan patah di batang. Jadi, kerontokan bersifat sementara.   

12. Kebiasaan Menarik-narik Rambut

 

Anda punya kebiasaan menarik-narik rambut? Kebiasaan ini juga bisa menyebabkan rambut rontok. Sebab, cara itu merusak folikel rambut. Membuat rambut tidak dapat tumbuh normal. Demikian pula kebiasaan mencabut batang rambut.

13. Sering Menguncir Rambut

 

Sering menguncir atau mengepang rambut dengan pengikat yang terlalu kuat juga sama. Bisa membuat rambut rontok. Terutama menguncir dengan ikatan yang kuat.

Cara itu bisa membuat folikel rambut tertekan, akar rambut rusak, dan sirkulasi darah terhambat. Rambut jadi rapuh, mudah patah dan rontok.

14. Terkena Penyakit Autoimun

Penyakit apa jika rambut rontok berlebihan?

Salah satunya karena penyakit autoimun. Misalnya systemic lupus erythematosus (SLE), penyakit graves, psoriasis, dsb. Rambut bisa rontok karena sistem imun salah menyerang folikel rambut. Padahal folikel rambut sehat. Efeknya, ya rambut rontok. 

rambut habis akibat kemoterapi
rambut rontok parah akibat kemoterapi

Siapa yang Berisiko Punya Rambut Rontok?

 

Dari uraian diatas bisa diketahui siapa saja yang berisiko punya rambut rontok berlebih, yaitu:

  1. Mereka yang punya keluarga penderita kebotakan.
  2. Mereka yang menjalani medikasi seperti kemoterapi pada penderita kanker dan mengonsumsi suplemen tertentu.
  3. Anda yang menjalani terapi radiasi di kepala.
  4. Akibat usia.
  5. Menderita stres berat berkepanjangan.
  6. Punya berat badan turun drastis.
  7. Penderita diabetes atau lupus.
  8. Pengguna produk-produk perawatan rambut yang tidak cocok.
  9. Mereka yang menderita kurang gizi.
shampoo enhair untuk rambut rontok
shampoo erhair untuk rambut rontok

Bagaimana Cara Mengatasi Rambut Rontok Berlebihan?

 

Ada banyak cara mengatasi rambut rontok berlebihan, antara lain:.

1. Gunakan Shampoo

Salah satu solusi rambut rontok adalah keramas menggunakan shampo anti rontok. Antara lain shampoo yang mengandung ekstrak ginseng, kafein, atau fito-kafein. Produk shampo yang bisa Anda pilih, misalnya Enhair, Natur, Erhair, Dove, CBD Shampo Keratin, atau Kerastase Genesis.

Baca Juga: 15 Shampoo Terbaik untuk Rambut Rontok

2. Periksa Dokter Kulit

Tetapi, untuk beberapa kasus, Anda perlu periksa dokter kulit.

Beberapa pengobatan rambut rontok dari dokter kulit antara lain:

  • Mengonsumsi obat minoxidil
  • Pengangkatan sebagian kulit kepala
  • Terapi laser untuk menumbuhkan rambut
  • Operasi transplantasi rambut.

3. Obat Oles dan Obat Minum

Jika rambut rontok Anda tergolong ringan, maka dokter akan memberi obat rambut rontok berlebihan dalam bentuk oles.

Jika rontok berat akan diberikan obat rambut rontok minum. Tujuannya untuk mengendalikan peradangan yang menyebabkan rambut rontok.

Obat rambut rontok oles, misalnya Regrou Forte, Eminox dan Minoxidil. Obat rambut rontok berlebihan untuk diminum, misalnya Finasteride, Dutasteride, dan Cyproterone acetate .

Baca Juga: 10 Obat Rambut Rontok Terbaik yang Tersedia di Apotik

4. Vitamin dan Obat Rambut Alami

Tetapi jika rambut rontok akibat malnutrisi, Anda akan diminta menggunakan vitamin rambut rontok untuk menguatkan kulit kepala.

Misalnya vitamin A, C, E, selenium, zinc, vitamin B kompleks, atau biotin (vitamin B7). Tetapi Anda juga bisa menggunakan obat rambut rontok alami. Misalnya keramas dengan lidah buaya, memijat kepala dengan minyak kelapa, mengonsumsi minyak ikan, ginseng, dsb.

Baca Juga:  Rudy Hadisuwarno Hair Growth Serum Ampuh untuk Rambut Rontok

minyak kelapa untuk rambut rontok
minyak kelapa untuk mengatasi rambut rontok

Penutup

 

Mengenali penyebab rambut rontok sangat penting, termasuk Anda yang rambutnya tidak rontok. Tujuannya agar Anda bisa mencegah terjadinya rambut rontok dengan tepat. (Diperbarui 6 Oktober 2025)..